Selamat Datang di Rumah Aiyra

Tuesday, 25 April 2017

CERPEN TENTANG "KISAH RARA"



KISAH RARA

…JODOH sudah ada yang mengatur dan menghendakinya. Kalau ALLAH menghendaki, siapa pun bisa menjadi jodoh kamu.
Aku tak pernah memperkirakan sebelumnya, kalau cerita ini banyak disukai oleh masyarakat’ banyak yang mengatakan ini sangat sedih, seru, dan mengharukan. aku tak pernah membayangkan hal seperti itu, kupikir hanya beberapa selebaran kertas yang tak berarti. Awalnya aku tak menyangka, cerita yang tadinya kecil-kecilan mendapat sambutan hangat dari masyarakat.
Ada kalanya kita harus berhenti mencintai seseorang, bukan karena tidak cinta melainkan orang itu lebih bahagia jika kita melepasnya”. cerita ini jika dipahami dengan betul-betul maka dapat membuat orang akan penasaran, apalagi cerita ini bercerita tentang kisah seseorang.
hHm,,“Hari telah berlalu berarti sudah setahun lebih aku mengenalnya bahkan apa makanan kesukaannya”, ternyata sebesar apapun dunia, jodoh hanya Tuhan yang mengatur dan menghendaki. Begitulah duniaku bersamanya”.
…Sudah lama kulalui saat-saat terindah dengannya, dengan canda dan tawanya, “senyum dan rasa bahagia dengannya. Aku sangat mencintainya sepenuh hatiku apapun yang kumaui darinya selalu ada untukku. Kasih yang diberikan kepadaku itu sangat berarti bagiku, hingga saat itu”,…


“Dennis?” ini rara” dennis adalah kekasihku yang selalu ada disampingku, belum lama ini hampir setahun kujalani, hari demi hari canda tawa selalu terpampam dirawut wajahnya. Sebelum aku mengenalnya aku tak menyangka bahwa dia pacarku. Waktu itu dinda sahabatku mengenalkannya kepadaku dilobi-lobi M-Club, aku tahu dinda sengaja, tapi tak apa’, lumayan cakep sih”, apalagi kesehariannya dijadikan tempat nongkrong”.
“Dennis saat itu orangnya rama dan baik, tapi satu hal yang tidak suka darinya yaitu tidak mau jujur dariku, apalagi tentang dirinya. Aku tahu dia punya masalah, entah itu apa”. Tapi yang aku herankan dia selalu menutup-nutupi masalahnya, dia tidak mau cerita kepada orang lain apalagi aku pacarnya sendiri.


“Sahabat karib saya itu –dinda, temaksud “clubber mania” yang tak pernah lepas dari aktifitas dugem, pantas tak asing lagi jika dinda mengenal dennis, akupun baru sekali datang kesini, maklum anak baru. Tapi, jangan salah aku tak ketinggalan loe”.
…Malam pun makin larut jarum jam pun menunjukkan pukul 02.45 WITA, akhirnya kami memutuskan untuk mengangkat kaki dari M-Club ini.
“Cabuk yuk. Uda sepih nih. Mendingan kita pulang aja tidur, biar lebih asik dan mimpi indah”,,,,


“Keesokan hariya. Seperti biasa, usai istirahat, saya bersantai sejenak, duduk di pojok rumahku sambil mendengarkan musik. Kebetulan hari ini aku tidak ada kesibukan. Mau nongkrong di mal, takut pulang kemalaman. Mendingan santai di sofa sambil mendengarkan musik kesukaanku. Tiba-tiba dennis datang dan memberiku bunga, malam rara ini bunga untukmu.. aku heran melihatnya?”


“waktu menunjukkan pukul 20.00 WITA, suasananya sangat mengasikkan aku heran dengan sikapnya selalu datang tiba-tiba, tapi aku senang dengannya,‘orangnya si.. lucu baik lagi. “Nyambung… perbincangan pun lancar, semakin Malam semakin larut, “dennis pun pamitan. Akhirnya…?


Hari demi hari,, terus berlanjut, “mungkin benar omongan dinda. urusan cinta dia orangnya tapi satu hal yang paling menarik dia menembakku”- bukan berarti ditembak tetapi ukapan perasaan”…aku saat itu belum memberikan jawaban apa-apa. Aku berfikir apa betul dia mencintaiku atau hanya sekedar cinta? Namun aku beri waktu sehari untuk melakukan apa yang aku surukan” dia betul-betul serius. Apapun yang aku surukan dia mau” aku kasian juga melihatnya, tapi… itulah resikonya. Akhirnya dia berhasil, aku juga senang melihatnya.
Aku tak lupa dengan janjiku, dengan senang hati aku menerimanya”


Aku jalani ini semuanya tanpa hambatan, konflik dengan pasangan. Sudah 4 bulan 6 hari kujalani bersamanya”,hingga waktu itu”, tanpa kami sadari kami telah melakukan hal yang dilarang agama,,aku tahu apa yang kami lakukan,sudah membuat kesalahan yang besar,,tapi aku yakin dennis akan bertanggung jawab”,,,,
.........................................................................................
“Malam itu tiba-tiba dennis datang menghampiriku dengan suasana murung, Ra’… ada yang ingin saya sampaikan, “ujar rara…”ada apa dennis, kemarin orang tua saya telefon katanya dia sakit, ginjalnya kambu lagi. aku harus segera pulang kekampung untuk menemani berobat”.


Kamu Serius dennis, ”kamu ga’ main-mainkan? ujar dennis, aku hanya sebentar dikampung tidak lama-lama” aku tahu ini berat bagimu walupun aku jauh, “nantinya, aku selalu akan menyayangimu. “Pernah kamu bilang ke aku kamu akan selalu menjagaku setiap saat dan kamu akan menemaniku jika aku kesepian”,
“suasananya sangat mengharukan, air mata pun membasahi pipiku”,
Maafkan aku ra’ terpaksa aku lakuin ini ibuku sakit berat, jawabnya, sambil memendangku dengan tajam dan rasa bersalah!”


sesampai aku dikampung, aku setiap saat mengirimu surat dan rasa cintaku akan selalu ada untukmu”.…dennis aku mencintaimu, aku akan selalu merindukanmu kabarin aku kalau uda sampai”…dan jangan pernah lupakan aku”.


“Kata-kata terakhir dennis yang dia katakan, membuat diriku merasa kehilangannya, tapi”, itu tak berarti aku putus semangat”. apapun yang dia katakan selalu menepati janjinya yaitu memberi kabar dan kasih sayangnya terhadapku...


Dalam 2 bulan lamanya aku hamil dan mengandung anak dennis” disitulah kabar terakhir dennis, dia tidak pernah telefon lagi, apalagi kabar tentangya. saat ini aku telah mengandung anaknya”, kandungan yang ada dalam perut aku sudah mencapai 3 minggu. Aku harus mencari kabar dennis, aku tak mau anakku tidak punya bapak nantinya”


“Aku mendapat kabar dari teman sekolahnya bahwa dennis ingin nikah, ucap freski kepadaku”. aku kaget mendengar hal itu. Aku bingung apa yang harus aku lakukan, sementara itu aku mengandung anaknya.
freski adalah teman SDku dan teman SMPku sejak dulu aku tidak tahu bahwa ia sekelas dengan dennis. sudah 3 bulan ini dia berteman sama dia, aku yang tak pernah berfikir bahwa freski adalah sahabat dennis juga”, aku mendapat kabar dari teman sebayanya, sebut saja vino”. Namun aku tak peduli dengan hal itu”.


Saat aku mendengar informasi itu bahwa dennis akan nikah aku segera menemui dinda sahabatku. Aku butuh pertolongannya, karna dia satu-satunya sahabatku yang paling mengerti aku.


Pukul 10.00 WITA…”rara menemui dinda”. “Ada apa ra’ kamu sepertinya kebinguan. Kamu pucat lagi. Ada apa ini coba ceritakan padaku, ujar dinda”
Aku hamil din… siapa?…siapa yang telah menghamilimu”…denniskan”. Ia, tapi bukan dia yang salah”. Tapi apa masalahnya, ujar dinda. ”dennis mau nikah, sama siapa?aku ga’ tau din…?’
Apa yang harus kita lakukan”, apa kita harus mencarinya”,ujar rara. “Ia ra’ jangan sampai janin yang ada dalam perutmu membesar. Dan jangan sampai kejadian ini ketahuan oleh orang tuamu”.


Hari hesok telah tiba kami pun bergegas untuk mencari alamat rumah dennis dikampung”. Aku ga’ tau keadaanku saat ini yang kupikirkan hanyalah dennis, sampai-sampai sahabatku kutak peduli, tapi, untungnya aku punya sahabat seperti dia baik hati dan tak sombong,” sementara dalam perjalanan aku istirahat sebentar, tak lama lagi aku segera sampai dikampung dennis”.
.....................................................................


“Ketika suasana agak aman, kami pun mencari tempat penginapan soalnya matahari pun mulai tenggelam”, ra’ ini penginapan yang dapat menampung kita berdua”. Besok baru kita mencari dennis”. Aku pun sangat senang ketika berada dikampung ini dimana warga sekitar orangnya rama dan baik hati,aku menyadari bahwa kehidupan yang sederhana membuatku sadar dengan keadaanku saat ini.”


“Saat mentari mulai bersinar aku pun bergegas, mempersiapkan diri, menanyakan warga dimana aku harus menemukan dennis,” saat aku menanyakan warga sekitar dimana tempat tinggal dennis, mereka tak tahu. Aku tak peduli dengan hal itu, “aku harus semangat,
“hari terus berlanjut,aku pun tak mendapatkan hasilnya. Hampir seminggu tak satu pun kabar darinya. Aku tak tahu lagi harus bagaimana, aku sudah putus semangat menghadapi cobaan ini. Aku saat ini udah pasrah mungkin ini hari terakhirku untuk mencarinya.
“Maaf Bu” mengganggu”, ada apa nak” aku mencari seseorang mungkin kita kenal namanya dennis”. Sang ibu heran kenapa dia mencari dennis?, ia nak aku kenal, ucap sang ibu, dimana tempat tinggal dennis bu!, maaf Bu’, Bisa aku ketemu sekarang, janin yang ada didalam perut aku adalah janin dennis”. Sang Ibu pun kaget dengan hal itu. Sang ibu pun dengan senang hati menyambutnya. Silahkan duduk dulu nak” diminum airnya, pasti kalian datang jauh-jauh, pasti kalian capek’.


“Beberapa kemudian sang ibu pun mengantar kami, sasaat dijalan kami pun berbincang-bincang. maaf bu” bisa kita istirahat sebentar aku sangat capek, ia nak”. Beberapa menit kemudian kami pun lanjut perjalanan, jangan sampai kita larut malam. Aku heran dengan sang ibu kemana kami dibawahnya. melewati hutan dan menyeberangi sungai. Nak’ rara kita hampir sampai. Itu dia tempat tinggal dennis”, ko’ sepi bu”. tidak ada siapa-siapa? Dia ada didalam.


“Aku kaget ketika masuk yang kulihat adalah batu nisan tertulis nama dennis, aku tak yakin bahwa dia sudah pergi, aku begitu sedih, tak tahan lagi, air mata pun menetes membasahi pipi. Suasananya sangat mengharukan. Sang ibu pun menceritakan kejadiannya. Ternyata dennis pulang bukan karena ibunya karena dia menderita penyakit ginjal. Nak” sebelum dia pergi ada surat yang dia simpan untukmu, ini pesan terakhirnya”.


“Rara sayangku sebelumya, aku minta maaf atas kesalahanku selama ini. Aku tahu ini berat bagimu, aku tahu kamu benci aku, aku tahu ini salahku, apa pun yang kulakukan ini demi kebaikanmu, dengan surat ini ingin kukatakan sesuatu padama aku sangat mencintaimu dengan sepenuh hati. saat itu aku mau melamar kamu, “tapi kutak bisa, ini adalah jalan takdirku yang tak dapat kurubah. Maafkan aku telah melukaimu, mungkin dengan surat ini aku berharap suatu saat nanti kamu mendapatkan seseorang yang dapat menjagahmu aku tahu saat ini kamu mengandung anak kita aku harap dengan permintaan terakhirku aku mau anak laki-lakiku diberi nama dennis dan anak perempuanku deberi nama mentari. Terima kasih atas selama ini, aku bukan hanya meninggalkanmu, tapi aku hanya pergi sejenak, aku akan selalu hadir dalam setiap langkahnu, sampai waktunya tiba nanti, kamu akan mengetahuinya, dennis”.


“Harapan terkadang menjadi beban, itu bila kita beranggapan bahwa semua harapan yang setinggi langit itu harus terwujud. Kita tak berhak mengucapkan kata “Harus”. Sunggu berbeda antara menaruh harapan dengan memaksakan kehendak. Kita boleh berkemauan. Untuk itu kita harus berupaya . namun, kita tak memiliki hak untuk memutuskan apakah kenikmatan atau kenyataan akan sesuai dengan harapan”, begitulah dengan saya, aku sempat sadar bahwa diatas bumi masih ada langit, aku tak sempat berpikir seperti itu, yang kupikirkan hanyalah kekasihku”dennis”, entah dari mana ucapan itu terlintas dibenakku. Namun, bukan berarti kita tak bisa lepas dari kenyataan, apapun yang terjadi kita harus menerimanya berlapang dada”.


Aku menyadari bahwa disetiap gerak-gerik langkahku Tuhan masih mendengarkanku”, memberiku seorang anak dan suami yang menyayangiku dan mencintaiku dengan sepenuh hati”. Aku senang mempunyai keluarga seperti ini.
.....................................................................


“Beberapa hari yang lalu aku sudah pindah ketempat ini. “sebut saja kota betawi tempat dimana mertuaku tinggal”. Aku senang sekali sudah pindah, melupakan masa lalu , masa yang telah lama tinggal”.


jarum jam menunjukkan pukul 02.00 WITA“ …Dengan tidak sengaja, suara yang begitu asing terdengar ditelingahku, memanggilku”, lalu dari arah sana kulangkahkan kakiku menuju ruang dapur”, belum beberapa menit suara itu kedengarannya semakin dekat, angin yang begitu kencang pergi membawaku, bunyi-bunyian yang bergelombang semakin terasa, …”dengan muka musam, pucat, mata melotot, jantung berdebar, dan akupun mengherankan dan yang mengngagetkan...???” siapa dia”.
..................................................................”
Dia adalah anak kesayangku, “dennis namanya”

No comments:

Post a Comment

Jangan Lupa "Post a Comment" dengan memberi saran, kritikan yang dapat membangun perbaikan content isi Blog Rumah Aiyra . Terima Kasih

Subscribe

Ikuti Perkembangan Rumah Aiyra